Sekolah Favorit Murah: Cerita dari Jailolo

Dua tahun lalu, seorang tetangga di Jailolo mendekati saya dengan galau. Anaknya baru lulus SMP dan pengen masuk sekolah favorit, tapi biaya di kota besar seperti Manado atau Makassar sungguh di luar jangkauan. Saya tersenyum, ingat bagaimana dulu saya sendiri hampir putus asa. Ternyata, sekolah favorit yang murah itu bukan mitos. Saya sudah merasakannya langsung, dan hari ini saya ingin membagikan cerita itu.
Sejak pindah ke Jailolo pada 2024, saya sering denger anggapan bahwa sekolah favorit selalu mahal. Padahal, di kampung-kampung seperti Halmahera Barat ini justru banyak sekolah favorit yang biayanya ramah di kantong. Kuncinya bukan pada nominal SPP, melainkan pada kualitas bimbingan dan lingkungan belajar. Salah satu contoh paling nyata adalah SMK Negeri 1 Jailolo. Sekolah ini dikenal sebagai favorit di kalangan orang tua karena lulusannya sering diterima di politeknik negeri tanpa tes tambahan. SPP-nya cuma sekitar 150 ribu per bulan, jauh di bawah bayangan kebanyakan orang.
Mengapa Sekolah Favorit Bisa Murah?
Banyak yang nanya, “Murah tapi favorit, apa rahasianya?” Saya nemuin jawabannya saat ikut program “Sekolah Ramah Kantong” yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat. Sekolah favorit tidak identik dengan gedung mewah atau fasilitas lengkap. Justru, sekolah favorit yang murah biasanya punya guru-guru yang berdedikasi tinggi dan metode pembelajaran yang efisien. Contoh lain adalah SMA Kristen Jailolo. Sekolah ini tidak memungut biaya pendaftaran tinggi, namun punya rasio guru-murid 1:12. Saya sendiri sempat jadi sukarelawan di sana dan liat gimana siswa diajak praktik lapangan ke kebun cengkih biar belajar biologi langsung dari alam. Hasilnya, nilai ujian nasional mereka konsisten di atas rata-rata provinsi. Sekolah favorit murah seperti ini ngandelin kolaborasi dengan orang tua, swadaya masyarakat, dan kadang dana BOS. Yang paling penting, mereka fokus pada tiga hal: kedisiplinan, keterampilan praktis, dan pembentukan karakter.
Cerita tetangga saya tadi berakhir bahagia. Anaknya kini duduk di bangku kelas 2 SMKN 1 Jailolo dengan beasiswa parsial dari program “Anak Muda Berprestasi”. Saya sering liat dia pulang sore hari dengan senyum lebar karena ikut klub robotika sekolah yang gratis. Sekolah favorit murah bukan cuma tentang uang, tapi tentang pintu masa depan yang terbuka lebar. Kalau kita tahu di mana nyarinya, pendidikan berkualitas selalu ada dalam jangkauan.
